HATI YANG BERDOA
HARI YANG BERDOA
Saat berdoa kepada Tuhan mungkin dalam benak kita harus posisi berdiri atau posisi khusus dan tempat khusus bahkan harus dengan kata-kata indah, dan kalau tidak bisa berkata indah maka dikatakan bahwa air ag tersebut tidak pandai berdoa, benarkah berdoa demikian...?
Raja Hizkia berdoa dalam posisi tidur dan Tuhan tetap menjawab doa
Yesaya 38:1-5 (TB)
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:
"Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,
Tuhan melihat hati yang berharap kepadaNya Dia tidak melihat bagaimana tubuhmu dia melihat hati, posisi berdiri atau tidur bukan masalh bagi Tuhan tetapi bagaimana hati kita kepadNya iri yang jadi masalah. Alkita mencatat bahwa dalam ibadah dan Doa Tuhan melihat hati kita, dikatakan demikian
Yesaya 29:13 (TB)
Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Bukan posisi Anda di rumah Ibadah atau cara bahasa anda yang luar biasa dan bagus akanenjawab doa anda teyapi sekali lagi bagaimana hari anda.
Berdoalah dengan hari yang tulus dan ketahuilah bahwa sesungguhnya sebelum kamu meminta kepada Tuhan Dia Sudah tahu apa yang akan anda doakan Dia hanya mau anda ambil tindakan berdoa kepadaNya dengan hati ya g tikus dan percaya. Alkitab mencatat
Matius 6:5-7 (TB)
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Ayat ini menjelaskan bukan kata-indah ya g tersusun rapi yang membuat jawaban doa, berdiri di rumah Ibadah agar dilihat orang sekali lagi agar dilihat orang, dan doa yang panjang-panjang seperti mengajari Tuhan pahamilah Dia tahu sebelum kamu meminta, maka berdoalah dengan hari tulus dan iklas dan dengan hati yang jujur.
Berdoalah dengan hati tulus apa adanya di hadapan Tuhan, tidak usah dengan kata-kata indah, tidak usah ajari Tuhan atau kotbahi Tuhan dengan doamu, berdoa dengan hati apa adanya.
Alkitab mencatat demikian :
Mazmur 34:18
(34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Berdoalah dengan hati dengan iman, dengan percaya bahwa Dia tahu sebelum anda meminta, Dia tidak butuh bahasa Indah saudara jangan pernah ada yang berkata SAYA TIDAK PANDAI BERDOA, Berdoa bukan soal panda sperti puisi, Doa adalah kata hari yang tulus, iklas apa adanya yang berbicara kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab anda dari dia yang keluar dari hati yang tersembunyi, Doa tidak butuh anda pintar, Doa hanya butuh anda jujur dan apa adanya dan percaya bahwa Tuhan sudah tahu sebelum anda meminta kepadaNya, Amen
Komentar
Posting Komentar